August 22, 2010 - Posted by Putiana - Comments Off

Tatkala itu hujan lebat
Angin bertiup dengan kencangnya
Awan gelap mencekam
Dan suara petir datang silih berganti
Aku jatuh tersungkur dan menangis
Ketika itu perasaan ku tak menentu
Bagai ombak yang mengamuk
Bagai badai yang menggila
Akal menjadi tidak stabil
Dan meluncur dari kedalaman lubuk kalbu
Jeritan yang semakin menggema
Saat-saat itu tersingkaplah segala kelemahan diri
Dan sangat mengakui ketidak berdayaan
Semua helaan napas ku pun menjadi senjata tajam yang menusuk kalbu
Ini sangat menyakitkan
Astaghfirullah………….,
bisikan itu membuat ku tersadar
Hidup ku bukan untuk meratapi kesedihan
Dalam rapuhnya jiwa ini
Aku mohon Tuhan senantiasa melindungi dan menyayangi ku
Untuk tetap ikhlas dan sabar dalam menghadapi semua masalah
July 26, 2010 - Posted by Putiana - Comments Off

Duhai Matahari ku
Dengarkanlah suara tangisan ku
Aku bersedih karena kepergian mu
Berjuta bintang di langit, sejenak pergi
Berlapis warna pelangi, sejenak pudar
Tiada lagi indah…..
Tertutup sudah pintu hati ku
Yang pernah ku buka hanya untuk mu
Aku tak bisa memaksa mu
Tuk perjuangkan cinta kita
Namun sudah, kau pergilah
Ku mau, kau tak usah ragu
Kalau memang harus begitu
Jangan pernah kau sesali
Meskipun aku tak yakin
Mampu menghapus rasa sakit ku
Walau semua ini aku tak mau
Aku harus sanggup berdiri tanpa mu
January 1, 2010 - Posted by Putiana - Comments Off
Pada setiap permohonan ku kepada Mu Tuhan
Ku selalu panjatkan doa untuk kekasih ku tercinta
Agar senantia sehat walafiat dan berumur panjang
Agar senantiasa Engkau beri ketenangan di hati dan pikirannya
Agar damai hidupnya.
Permohonan maaf ku karena tidak bisa menjaganya,
mengurusnya, dan melindunginya.
Namun aku yakin pada Mu Tuhan
Engkau akan memberi kekuatan doa ku untuknya
Karena Engkau yang menguasai jiwa ku, Engkau Maha Tahu
Aku tak berdaya……
Ijinkan aku Tuhan
Pertemukan aku dengannya dalam surga Mu
Amin…………..
For Beng
October 10, 2009 - Posted by Putiana - Comments Off
Malam tiada mendahului matahari
Hingga datang pagi yang dini
Matahari datang bukan untuk mengusir malam
Tetapi untuk bergandengan sebagai pasangan
Tuhan…….., andai ku tau dimana dirinya saat ini
Kan ku tempuh perjalan, meski kaki ku berdarah-darah
Andai nyawaku bisa berbagi
Kan ku berikan untuknya
Tuhan……., tolonglah aku
Jangan Kau ambil dia saat ini
Kembalikan dia dalam pelukanku
Jangan pisahkan lagi aku darinya
Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa
Melepas indah cintanya
——————————————————
Untuk yg ku sebut Beng
June 26, 2009 - Posted by Putiana - 1 Comment
Menjadi Kupu-Kupu
Jangan pernah merasa letih untuk menjadikan aku kupu-kupu mu
Ketika semua orang menganggap aku menjijikan karena aku masih berupa ulat……….. biarkan pikiran kamu terbayang “Aku adalah kupu-kupu”
Ketika semua orang membunuh aku karena aku dianggap serangga………… biarkan pikiran kamu terbayang “Aku adalah kupu-kupu”
Selalu indah, selalu indah…….. aku adalah kupu-kupu mu…. yang menemani kesendirian malam mu.
Aku adalah kupu-kupu mu yang selalu setia kala kamu menghirup teh atau kopi kesukaan kamu ketika kamu bersemangat mengisi hari atau kala kamu sedih di malam yang panjang.
Dan aku tidak pernah membiarkan kamu sendiri.
Karena doa kecil dari sang kupu-kupu akan selalu dan selalu setia menyertai waktu yang berlalu bersama mu.
Maka………………….. jangan pernah merasa letih untuk menjadikan aku kupu-kupu mu.
——————————-
Ditulis Beng 26.06.09 untuk aku
Duhai sang kupu-kupu ku….. 
Aku tak akan pernah merasa letih
Aku tak akan pernah merasa sepi
Aku tak akan pernah putus asa dan sedih
Karena kau dan doa mu selalu setia menyertai
pada waktu yang berlalu dalam hidup ku
Untuk selama-lamanya…..
Kau adalah kupu-kupu ku…
May 9, 2009 - Posted by Putiana - Comments Off
Daun-daun kering jatuh dari tangkai dan tertiup angin hingga jauh dari tangkainya, tak perlu disesali semuanya sudah terjadi.
Di ujung sabar ada perlawanan, di batas nafsu ada kehancuran, dan air mata hanyalah untuk yang lemah…
Ada kata-kata yang mencium kita seolah-olah memiliki mulut, kata-kata telanjang yang kita cium saat hati menolak, saat hati bersandar pada dinding-dinding kesedihan.
Kata-kata cinta, harapan, cinta yang besar, dan harapan yang gila.
Rajutan awan menggolak lukisan, layang bintang menebar penyesalan, samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian. Cinta yang lembut laksana air, hari yang bahagia bagaikan mimpi, tak kuasa menengok titian jalan ditengah kembali. Apabila cinta dikedua hati adalah kekal abadi, masihkah kehadiran dihitung setiap pagi dan setiap senja ?…
(458 beng)
January 13, 2009 - Posted by Putiana - 2 Comments

Jika kau inginkan aku tak boleh melihat senyum manis mu,
maka akan ku butakan mata ku
Jika kau inginkan aku tak boleh mendengar suara merdu mu,
maka akan ku tulikan telinga ku
Jika kau inginkan aku tak boleh bersuara,
berbincang-bincang, dan bercerita lucu dengan mu,
maka akan ku potong lidah ku
Jika kebahagiaan ku harus menjadi derita
Jika hari-hari ku menjadi kering dan sepi
Segalanya akan ku perlihatkan pada mu yang dibutuhkan hati
Keteguhan ku berdiri tegar bersama dirimu
Setia ku memendam rasa cinta sendirian
Aku akan bersabar menghadapi dirimu
Hingga hati ini menjadi serpihan
Akan tetap ku genggam erat
Sampai aku tak mampu lagi untuk hidup
December 18, 2008 - Posted by Putiana - 1 Comment
Selamat Panjang Umur dan Sehat Selalu,
Malam ini saya terjaga hingga larut malam, saya tidak ingin ketinggalan atau didahului orang lain yang mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” pada dinda.
“Selamat Ulang Tahun ya…., semoga panjang umur dan sehat selalu”.
Hari ini dinda genap berumur 40 tahun, usia yang sudah sangat matang.
Dinda, saya tidak sanggup memberi mu sebuah hadiah berupa cindera mata yang mahal, tetapi ketahuilah, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memberikan kepada mu hadiah yang sangat tinggi nilainya, saya memberi mu CINTA.
Hari ini, adalah hari dimana dinda dilahirkan. Banyak sudah pahit dan manis kehidupan yang telah dinda alami. Cobalah dinda bercermin dan meraba, hitung dari hari ke hari, guratan-guratan kecil di dahimu dan di bawah kantung matamu, sudah berapa banyak kerutan telah terukir disana ?. Manusia akan berubah setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahunnya. Kecantikan yang menjadi modal utama bagi sebagian besar kaum wanita, kini berangsur-angsur luntur di makan usia yang tidak bisa ditolaknya. Tapi tahukah engkau wahai dindaku, usia dan kerutan di wajah memang akan semakin bertambah tapi saya memujamu, bukan karena fisik dinda yang masih menarik, melainkan kelembutan hati dinda yang membuat saya tidak sanggup menahan rasa yang tumbuh semakin subur. Rasa ini akan saya tata dengan apik, dan saya simpan dengan rapi di dalam taman hati saya, akan saya kunci dalam lemari besi di tempat paling aman dan dalam di hati saya, saya mencintai dinda.
Betapa saya telah merasa menjadi hidup, karena dinda meniupkan arti kehidupan ke dalam ruh yang baru saya pakai bernapas. Saya seringkali merindukan dinda bisa berada di dekat saya.
Malam ini, saya teramat ingin memberikan kecupan di kening dinda, dan memberikan sesuatu yang berarti buat dinda, tetapi bukan sesuatu berupa kemewahan duniawi yang hanya akan memberi kepuasan sesaat. Saya ingin memberimu sesuatu yang dapat dinda kenang, sesuatu yang dapat dinda rasakan meski dinda tidak dapat melihatnya.
Hadiah cinta dari seorang yang mencintai mu.
Samarinda, 25 Nopember 1969
dari abang.
December 1, 2008 - Posted by Putiana - Comments Off

Duhai bapak yang mulia karena kebersihan hatinya. Andai di jagad raya ini penuh dengan orang-orang berhati mulia seperti bapak, mungkin kehidupan dunia ini akan indah, seindah pelangi yang menghiasi langit. Andai di jagad raya ini penuh dengan orang-orang yang berbudi pekerti luhur seperti bapak, mungkin kehidupan dunia ini akan damai dan sejahtera, sedamai dan sejahtera janin dalam kandungan ibunda.
Mohon maaf bila kalimat saya tidak sempurna, sama seperti tidak sempurnanya pola pikir saya dalam mencermati dan memahami perkataan atau pun sikap orang lain. Saya terlalu bodoh melihat kenyataan, sehingga kekeliruan sering kali terjadi.
Ketika saya membaca isi surat bapak, saya tidak menyangka kalimatnya adalah sajak atau puisi dimana syairnya adalah tangisan rakyat dalam gulungan ombak kehidupan. Namun ketika saya meminta seseorang untuk membaca kembali, kalimat yang ada hanya kepongahan dan kesombongongan orang yang merasa dirinya pembesar. Bapak, saya merasa menjadi orang yang paling bodoh di dunia.
Ada baiknya saya bercerita kepada bapak, dan cerita ini juga sebagai jawaban saya kepada bapak.
Ketika seseorang ingin tahu kehidupan rakyat yang benar-benar dibawah kemiskinan, dimana tinggal dalam gubuk yang dikelilingi gunungan sampah yang bau dan kotor, orang itu ikut duduk bersila dan menikmati suguhan kopi, yang panas tidak, dingin pun tidak, yang sepah kopinya banyak mengambang di permukaan, dan seisi lingkaran gelas penuh dengan lalat.
Meski ada rasa mual ingin muntah karena bau dan kotor, meski tahu kopi itu tidak steril untuk diminum, tapi dia meneguknya juga. Dengan perasaan yang dalam dia merasakan dirinya ada dalam kehidupan seperti itu.
Ketahuilah, dia adalah laki-laki yang saya cintai, laki-laki yang sederhana, baik, dan berhati mulia.
Dia bukan seorang politisi handal, atau aktifis sebuah organisasi, yang kedekatannya dengan rakyat miskin hanya karena visi, misi, dan tujuan. Dia hanya manusia biasa, yang benar-benar memahami cinta. Cinta yang tiada bersyarat. Puji syukur, saya telah dipertemukan dengannya dalam keadaan baik.
Joanna.