Astaghfirullah…

Tatkala itu hujan lebat
Angin bertiup dengan kencangnya
Awan gelap mencekam
Dan suara petir datang silih berganti

Aku jatuh tersungkur dan menangis
Ketika itu perasaan ku tak menentu
Bagai ombak yang mengamuk
Bagai badai yang menggila
Akal menjadi tidak stabil
Dan meluncur dari kedalaman lubuk kalbu
Jeritan yang semakin menggema

Saat-saat itu tersingkaplah segala kelemahan diri
Dan sangat mengakui ketidak berdayaan
Semua helaan napas ku pun menjadi senjata tajam yang menusuk kalbu
Ini sangat menyakitkan

Astaghfirullah………….,
bisikan itu membuat ku tersadar
Hidup ku bukan untuk meratapi kesedihan
Dalam rapuhnya jiwa ini
Aku mohon Tuhan  senantiasa melindungi dan menyayangi ku
Untuk tetap ikhlas dan sabar dalam menghadapi semua masalah



Duhai Matahari Ku

  

 

 

Duhai Matahari ku

Dengarkanlah suara tangisan ku

Aku bersedih karena kepergian mu

 

Berjuta bintang di langit, sejenak pergi

Berlapis warna pelangi, sejenak pudar

Tiada lagi indah…..

Tertutup sudah pintu hati ku

Yang pernah ku buka hanya untuk mu

Aku tak bisa memaksa mu

Tuk perjuangkan cinta kita

Namun sudah, kau pergilah

Ku mau, kau tak usah ragu

Kalau memang harus begitu

Jangan pernah kau sesali

Meskipun aku tak yakin

Mampu menghapus rasa sakit ku

Walau semua ini aku tak mau

Aku harus sanggup berdiri tanpa mu

 



Permohonan

sad51
Pada setiap permohonan ku  kepada Mu Tuhan
Ku selalu panjatkan doa untuk kekasih ku tercinta
Agar senantia sehat walafiat dan berumur panjang
Agar senantiasa Engkau beri ketenangan di hati dan pikirannya
Agar damai hidupnya.

Permohonan maaf ku karena tidak bisa menjaganya,
mengurusnya, dan melindunginya.
Namun aku yakin pada Mu Tuhan
Engkau akan memberi kekuatan doa ku untuknya
Karena Engkau yang menguasai jiwa ku, Engkau Maha Tahu
Aku tak berdaya……

Ijinkan aku Tuhan
Pertemukan aku dengannya dalam surga Mu
Amin…………..

For Beng



Hampa

sad

Malam tiada mendahului matahari

Hingga datang pagi yang dini

Matahari datang bukan untuk mengusir malam

Tetapi untuk bergandengan sebagai pasangan

Tuhan…….., andai ku tau dimana dirinya saat ini

Kan ku tempuh perjalan, meski kaki ku berdarah-darah

Andai nyawaku bisa berbagi

Kan ku berikan untuknya

Tuhan……., tolonglah aku

Jangan Kau ambil dia saat ini

Kembalikan dia dalam pelukanku

Jangan pisahkan lagi aku darinya

Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa

Melepas indah cintanya

——————————————————

Untuk yg ku sebut Beng


Menjadi Kupu-kupu

Menjadi Kupu-Kupu

Jangan pernah merasa letih untuk menjadikan aku kupu-kupu mu
Ketika semua orang menganggap aku menjijikan karena aku masih berupa ulat……….. biarkan pikiran kamu terbayang “Aku adalah kupu-kupu”
Ketika semua orang membunuh aku karena aku dianggap serangga………… biarkan pikiran kamu terbayang “Aku adalah kupu-kupu”
Selalu indah, selalu indah…….. aku adalah kupu-kupu mu…. yang menemani kesendirian malam mu.
Aku adalah kupu-kupu mu yang selalu setia kala kamu menghirup teh atau kopi kesukaan kamu ketika kamu bersemangat mengisi hari atau kala kamu sedih di malam yang panjang.
Dan aku tidak pernah membiarkan kamu sendiri.
Karena doa kecil dari sang kupu-kupu akan selalu dan selalu setia menyertai waktu yang berlalu bersama mu.
Maka………………….. jangan pernah merasa letih untuk menjadikan aku kupu-kupu mu.

——————————-
Ditulis Beng 26.06.09 untuk aku

Duhai sang kupu-kupu ku…..
Aku tak akan pernah merasa letih
Aku tak akan pernah merasa sepi
Aku tak akan pernah putus asa dan sedih
Karena kau dan doa mu selalu setia menyertai
pada waktu yang berlalu dalam hidup ku
Untuk selama-lamanya…..
Kau adalah kupu-kupu ku…



Rapuh

 
Daun-daun kering jatuh dari tangkai dan tertiup angin hingga jauh dari tangkainya, tak perlu disesali semuanya sudah terjadi.

Di ujung sabar ada perlawanan, di batas nafsu ada kehancuran, dan air mata hanyalah untuk yang lemah…

Ada kata-kata yang mencium kita seolah-olah memiliki mulut, kata-kata telanjang yang kita cium saat hati menolak, saat hati bersandar pada dinding-dinding kesedihan.
Kata-kata cinta, harapan, cinta yang besar, dan harapan yang gila.

Rajutan awan menggolak lukisan, layang bintang menebar penyesalan, samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian. Cinta yang lembut laksana air, hari yang bahagia  bagaikan mimpi, tak kuasa menengok titian jalan ditengah kembali. Apabila cinta dikedua hati adalah kekal abadi, masihkah kehadiran dihitung setiap pagi dan setiap senja ?…

(458 beng)



Serpihan Hati Ku


Jika kau inginkan aku tak boleh melihat senyum manis mu,
maka akan ku butakan mata ku
Jika kau inginkan aku tak boleh mendengar suara merdu mu,
maka akan ku tulikan telinga ku
Jika kau inginkan aku tak boleh bersuara,
berbincang-bincang, dan bercerita lucu dengan mu,
maka akan ku potong lidah ku

Jika kebahagiaan ku harus menjadi derita
Jika hari-hari ku menjadi kering dan sepi
Segalanya akan ku perlihatkan pada mu yang dibutuhkan hati
Keteguhan ku berdiri tegar bersama dirimu
Setia ku memendam rasa cinta sendirian
Aku akan bersabar menghadapi dirimu

Hingga hati ini menjadi serpihan
Akan tetap ku genggam erat
Sampai aku tak mampu lagi untuk hidup



Kado Ulang Tahun, Dari Yang Mencintai.

Selamat Panjang Umur dan Sehat Selalu,

Malam ini saya terjaga hingga larut malam, saya tidak ingin ketinggalan atau didahului orang lain yang mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” pada dinda.
“Selamat Ulang Tahun ya…., semoga panjang umur dan sehat selalu”.
Hari ini dinda genap berumur 40 tahun, usia yang sudah sangat matang.
Dinda, saya tidak sanggup memberi mu sebuah hadiah berupa cindera mata yang mahal, tetapi ketahuilah, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya memberikan kepada mu hadiah yang sangat tinggi nilainya, saya memberi mu CINTA.

Hari ini, adalah hari dimana dinda dilahirkan. Banyak sudah pahit dan manis kehidupan yang telah dinda alami. Cobalah dinda bercermin dan meraba, hitung dari hari ke hari, guratan-guratan kecil di dahimu dan di bawah kantung matamu, sudah berapa banyak kerutan telah terukir disana ?. Manusia akan berubah setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahunnya. Kecantikan yang menjadi modal utama bagi sebagian besar kaum wanita, kini berangsur-angsur luntur di makan usia yang tidak bisa ditolaknya. Tapi tahukah engkau wahai dindaku, usia dan kerutan di wajah memang akan semakin bertambah tapi saya memujamu, bukan karena fisik dinda yang masih menarik, melainkan kelembutan hati dinda yang membuat saya tidak sanggup menahan rasa yang tumbuh semakin subur. Rasa ini akan saya tata dengan apik, dan saya simpan dengan rapi di dalam taman hati saya, akan saya kunci dalam lemari besi di tempat paling aman dan dalam di hati saya, saya mencintai dinda.
Betapa saya telah merasa menjadi hidup, karena dinda meniupkan arti kehidupan ke dalam ruh yang baru saya pakai bernapas. Saya seringkali merindukan dinda bisa berada di dekat saya.

Malam ini, saya teramat ingin memberikan kecupan di kening dinda, dan memberikan sesuatu yang berarti buat dinda, tetapi bukan sesuatu berupa kemewahan duniawi yang hanya akan memberi kepuasan sesaat. Saya ingin memberimu sesuatu yang dapat dinda kenang, sesuatu yang dapat dinda rasakan meski dinda tidak dapat melihatnya.
Hadiah cinta dari seorang yang mencintai mu.

Samarinda, 25 Nopember 1969
dari abang.



Jawaban Untuk Bapak


    Duhai bapak yang mulia karena kebersihan hatinya. Andai di jagad raya ini penuh dengan orang-orang berhati mulia seperti bapak, mungkin kehidupan dunia ini akan indah, seindah pelangi yang menghiasi langit. Andai di jagad raya ini penuh dengan orang-orang yang berbudi pekerti luhur seperti bapak, mungkin kehidupan dunia ini akan damai dan sejahtera, sedamai dan sejahtera janin dalam kandungan ibunda.
    Mohon maaf bila kalimat saya tidak sempurna, sama seperti tidak sempurnanya pola pikir saya dalam mencermati dan memahami perkataan atau pun sikap orang lain. Saya terlalu bodoh melihat kenyataan, sehingga kekeliruan sering kali terjadi.
    Ketika saya membaca isi surat bapak, saya tidak menyangka kalimatnya adalah sajak atau puisi dimana syairnya adalah tangisan rakyat dalam gulungan ombak kehidupan. Namun ketika saya meminta seseorang untuk membaca kembali, kalimat yang ada hanya kepongahan dan kesombongongan orang yang merasa dirinya pembesar. Bapak, saya merasa menjadi orang yang paling bodoh di dunia.
    Ada baiknya saya bercerita kepada bapak, dan cerita ini juga sebagai jawaban saya kepada bapak.
Ketika seseorang ingin tahu kehidupan rakyat yang benar-benar dibawah kemiskinan, dimana tinggal dalam gubuk yang dikelilingi gunungan sampah yang bau dan kotor, orang itu ikut duduk bersila dan menikmati suguhan kopi, yang panas tidak, dingin pun tidak, yang sepah kopinya banyak mengambang di permukaan, dan seisi lingkaran gelas penuh dengan lalat.
    Meski ada rasa mual ingin muntah karena bau dan kotor, meski tahu kopi itu tidak steril untuk diminum, tapi dia meneguknya juga. Dengan perasaan yang dalam dia merasakan dirinya ada dalam kehidupan seperti itu.
    Ketahuilah, dia adalah laki-laki yang saya cintai, laki-laki yang sederhana, baik, dan berhati mulia.
Dia bukan seorang politisi handal, atau aktifis sebuah organisasi, yang kedekatannya dengan rakyat miskin hanya karena visi, misi, dan tujuan. Dia hanya manusia biasa, yang benar-benar memahami cinta. Cinta yang tiada bersyarat. Puji syukur, saya telah dipertemukan dengannya dalam keadaan baik.

Joanna.

    



Makan Bakso

Perkebunan, 21 Maret 1965

Dear Anna,

Hari ini aku kembali pulang ke desa setelah sekian tahun mengembara, entah kenapa ada rasa rindu untuk bersepeda bersama kamu, dan aku ingin sekali makan bakso di tempat biasanya kita kunjungi, akhirnya aku putuskan untuk makan bakso dulu sebelum tiba di rumah.

Aku mulai mengingat kebiasaan kamu makan bakso dengan kuah pedas…….. kali ini aku coba menambahkan sambal cukup banyak ke dalam kuah bakso ku, waaaaah….. ternyata terasa begitu pedas dan aku membiasakan rasa itu dengan lidah aku, karena aku pikir ini yang kamu rasa ketika kamu menghirup kuah panas dan pedas dari mangkuk kamu.***
Biasanya kamu sibuk mengurusi semua keperluan aku kala kita makan berdua, aku jadi tersenyum sendiri jika mengingat semua itu dan diakhir acara makan bakso biasanya kamu memesan satu porsi rujak kesukaan ku tapi sekarang sudah tidak ada lagi tukang rujak di sini, he…he….he… aku senyum sendiri.

Terasa makan bakso saat ini berbeda sekali……… tak ada kamu, tak ada cerita serius dan canda, aku hanya sendiri.

Jika masih ada kesempatan untuk bisa makan bakso bersama kamu dan bercerita tentang banyak hal tentang ambisi ku yang tidak pernah habis dan cita-cita yang banyak tapi tidak pernah kesampaian, tentu hal itu sangat menyenangkan.

Aku berharap……… mudah-mudahan kamu juga memiliki kerinduan yang sama.

Beng

*** Waktu telah merubah segalanya, dan telah membuka mata hati mu. Dan sedetik waktu aku mengingat mu menjadi sesal di hati, karena kau terlambat mengerti.